noviacahyati

Mencari Sensasi Lewat Tuhan

Posted on: January 9, 2011

Gue pernah menulis artikel seperti judul diatas di Kompasiana. Kenapa gue nulis itu? karena gue baru aja dapet link dari bm an seorang temen, tentang sebuah lagu yang menghina hina Tuhan. Karena gue penasaran, maka gue mendownload lagu tersebut dan gue dengerin baik baik isinya.

menghina nov? iya, sangat menghina Tuhan

isinya apa? ok, ga semua, tapi kurang lebih begini

apa elu tega

ama tuhan yang ga pake baju

(dingin dong, awas ah masuk angin)

apa elu tega

ama tuhan yang cuma pake kolor

gak malu tuh, kaya orang gila dong

apa lu bener bener tega

ama tuhan yang nempel di salib

udah ga pake baju cuma pake kolor kaya di film film porno

emang muka bokep

 

gimana? parah kan?

tapi menurut gue, lirik ini ditulis dan diyanyiin ga lebih dari sebatas untuk menghina, menurut gue lagu ini ada karena hanya ingin mencari sensasi aja. coba deh dipikir, kalo yang dia ejek ceweknya, mungkin ga bakal terkenal tuh lagu. Kalo lu ngebawa nama Tuhan, siapa sih yang ga marah.

btw, postingan gue yang di Kompasiana itu mendapat tanggapan dari seseorang entah apa lah itu yang salah sangka salah pahan salah mengerti dan salah persepsi.

ini commentnya

Tulisan embak Novi diatas termasuk tulisan provokasi yang mencari sesnsasi kaann,..???
Sekarang soo enggak laku lagi, tidak ada orang yang merasa di hina,
Apakah orang kristen merasa di hina,..? enggak sama sekali sebab tulisan hina semacam itu hanya keluar dari pikiran yang hina, bukan setarap dengan pikiran orang Kristen yang penuh kasih,..

Waktu Budha diteriakin gundul orleh anak2 muda muridnya mengadu : “guru di hina oleh anak2 itu ”
Jawab Budha : Kenapa kamu harus merasa dihina, bukakah teriakan hina itu asalnya dari hati yang hina dan keluar dari mulut yang hina,?,….

Kalau seorang muslim merasa terhina karena hatinya memang hina, coba kalau hatinya bersih, seperti seorang sufi tidak akan pernah merasa dihina, karena celaan dan hinaan tidak melengjket di hatinya, karena hatinya sdh bersih.

 

ok, sekarang gantian gue membalas commentnya

oh enga mbak, saya ga bermaksud memberikan atau mencari sensasi. mungkin mbak belum mengerti maksud adanya postingan ini. saya menulis ini karena saya ingin berbagi dengan orang orang bahwa kita jangan terbawa emosi untuk menanggapi lagu tersebut. mbak bisa lihat sendiri di tempat lagu tersebut bisa diupload, dimana banyak sekali komentar ttg lagu tersebut. banyak komentar yang saling menghina agama lainnya karena merasa agamanya dihina dalam lagu ini. saya cuma ingin berbagi dengan orang orang, jangan sampai kita terpancing amarah dengan lagu ini. itu akan membuat kita tidak bisa menghargai masing masing agama, dan yang ada malah saling menghina agama lain.

seandainya mbak menganut agama yang ada didalam lirik tersebut, pasti mbak akan sangat sakit mendengar Tuhan mbak dihina begitu kejam. tapi saya rasa itulah yang diinginkan si penulis lagu. saya yakin orang yang menciptakan lagu tersebut hanya ingin memancing emosi kita smua.
terima kasih untuk masukannya, tapi saya tidak mencari sensasi lewat hal murahan seperti ini.

 

ok, tuh kan bener, gue ga boong kan. kalo nama Tuhan disebut, orang mudah terpancing emosinya, lalu dengan semau otaknya dia berpikir. Seandainya gue masih inget link dimana tempat gue ngedownload lagu itu, dia pasti bakal sadar bahwa dia hanyalah satu dari ribuaan makhluk so tau yang mengaku dirinya sayang sama Tuhan ( tapi ngejelekin agama lain).

gue baca comment2 nya orang di tempat lagu itu bisa didownload. Contoh yah, yang agama kristen pasti komentar islam blblbablablablabla, lalu begitu juga yang lain. Semuanya kepancing sama trik pinter si penulis. SEMUA KOMENTAR YANG GUE BACA ITU SEMUA SAMPAH KECUALI KOMENTAR MENDOAKAN SUPAYA SI PENULIS MASUK SURGA. Sorry for the capslock

Nov, kamu temennya ato saudaranya si penulis lagu itu yah? kok malah dibelain ?

ENGGA Blog sayang…

 

ini semua saya tulis saya utarakan saya ceritakan kepada kamu karena saya ….

 

gak mau semua orang bertengkar karena memiliki pendapat atas lagu itu. Kenapa sih kita harus menyumpah serapah si penulis lagu. mendoakan ia masuk neraka, membawa bawa alquran atau kitab suci. Kenapa sih kita ga berpikiran secara tenang dan bijak kalo itu semua cuma sensasi nya dia? kenapa sih harus capek capek mengejek agama lain karena agama kita dihina disana. Apakah anda Tuhan bagi diri anda sendiri? Sudahkan anda mengenal Tuhanmu sendiri ?

kenapa sih kita harus gampang terpancing emosi karena hal yang sekecil ini?

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: